October 22, 2020

Kerja sama Perusahaan yang Lahir Dengan Nama Raja Garuda Mas Dengan Petani Swadaya

Royal Golden Eagle sendiri adalah sebuah perusahaan yang mengelola sekelompok perusahaan manufaktur berbasis Sumber Daya Alam yang beroperasi di berbagai negara. Ragam bidang usaha yang mereka mulai dari sektor hulu yang meliputi pengembangan Sumber Daya Alam yang berkelanjutan dan pemanenan hingga pengolahan menjadi produk, dimana perusahaan-perusahaan mereka menghasilkan beragam produk yang memiliki nilai tambah untuk pasar global.sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, dahulunya Royal Golden Eagle bernama Raja Garuda Mas. Perusahaan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto ini sudah ada sejak tahun 1973. Hingga saat ini, RGE memiliki aset lebih dari 18 miliar dolar Amerika Serikat dan dengan total pekerja mencapai 60.000 orang serta terus memperluas pasar untuk melibatkan pasar dan komunitas baru. Raja Garuda Mas sendiri berdiri sejak tahun 1973, yang setelah beberapa tahun kemudian berubah menjadi RGE. Ada banyak bidang yang mereka geluti, yaitu: industri kelapa sawit, pulp and paper, pengembangan energi, viscose fibre, serta selulosa spesial.

Perusahaan milik Sukanto Tanoto yang bergulat di bidang industri kelapa sawit bernama Asian Agri. Asian Agri adalah produsen minyak kelapa sawit milik Sukanto Tanoto dan terbesar di Asia dengan kapasitas produksi pertahunnya mencapai 1 juta ton. Asian Agri juga merupakan perusahaan swasta nasional terkemuka yang memproduksi kelapa sawit mentah serta produsen kelapa sawit terbesar di Asia. Hingga kini, mereka sudah  mengelola 100.000 hektar lahan dan bermitra dengan 29.000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit. Kapasitas produksi yang mencapai satu juta ton per tahun merupakan bukti nyata. Dari fakta tersebut terlihat jelas pengalaman panjang Asian Agri dalam industri kelapa sawit.

Royal Golden Eagle sendiri awalnya sudah menekuni bidang industri kelapa sawit. Hal tersebut membuatnya tahu persis segala tentang industri tersebut, misalnya pada salah satu terkait masa replanting yang sering menjadi momok bagi para petani kelapa sawit. Kelapa sawit memang merupakan tanaman yang mampu produktif dalam jangka panjang. Namun, ketika umurnya sudah memasuki 20 hingga 25 tahun, produktivitasnya berkurang secara alamiah. Kala itu seharusnya replanting dilakukan. Selain itu, pada saat menanam ulang kelapa sawit dibutuhkan biaya yang cukup besar yang mana untuk membeli bibit hingga menjalankan pekerjaan dan dibutuhkan masa hingga tiga tahun untuk kelapa sawit tumbuh.

Hal tersebut tidak mudah dilakukan oleh petani kelapa sawit. Oleh karena itu, Asian Agri kerap melakukan pendampingan kepada para petani menjalani masa replanting. Sebelumnya mereka sering melakukannya ke para petani plasmanya. Namun, sekarang mereka memperluas jangkauan dukungan ke para petani swadaya yang juga membutuhkan bantuan. Asian Agri sendiri sudah melakukan kegiatan tersebut sejak November setahun silam di Sumatra Utara melalui BPDP. Pada saat itu, unit bisnis bagian dari RGE ini menyerahkan dana peremajaan kelapa sawit kepada KUD Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera. Mereka adalah mitra Asian Agri yang berbasis di Desa Kota Tengah Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Dan itulah salah satu bukti kerja sama perusahaan yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas dengan petani swadaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *