October 31, 2020

Langkah RGE Meningkatkan Taraf Hidup Petani Kelapa Sawit Swadaya

Sejak dibangun di tahun 1973 dengan nama awal Raja Garuda Mas, kini unit bisnis yang berada dibawah naungan RGE sudah banyak sekali. Salah satunya adalah Asian Agri yang sudah menerapkan prinsip penanaman dan usaha berkelanjutan di wilayahnya. Selain menjadi ramah lingkungan dengan mengolah limbah dari produksi kelapa sawit Asian Agri menjadi biogas dan juga berbagai upaya yang lain, Asian Agri tak lupa untuk berbuat baik kepada petani.

Salah satunya adalah RGE berusaha penuh untuk meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit swadaya dengan memberlakukan program kemitraan. Tentunya akan terdapat banyak keuntungan yang diambil oleh petani yang bekerja sama dengan Asian Agri tersebut. Penjelasan detailnya bisa Anda simak dalam uraian informasi berikut ini!

Keuntungan Petani Swadaya dalam Program Kemitraan RGE

Data yang didapatkan dari BPDPKS tidak terlepas dari usaha Asian Agri sebagai offtaker yang selalu memberikan pendampingan kepada para petani swadaya juga memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam tata kelola perkebunan sawit secara standar.

Rizal memberikan pengakuan bahwa dirinya sangat bersyukur karena sudah menjadi bagian kemitraan Asian Agri. Sejak bermitra di tahun 2016 lalu kualitas dan juga produktivitas kebun sawit petani mengalami peningkatan yang bisa dibilang cukup signifikan. Rizal juga membeberkan peran dari Asian Agri kepada para petani swadaya yaitu memberikan informasi tentang perawatan sawit yang berstandar, menerima TBS milik petani, berupaya menyalurkan pupuk dengan kualitas terbaik. Asian Agri juga membantu mendorong produktivitas sawit termasuk dalam masa peremajaan ini Asian Agri akan menyalurkan bibit terbaiknya yaitu Topaz.

Bantuan pemerintah sendiri diberikan sebesar 25 juta rupiah per hektare untuk peremajaan sawit dan ini belum cukup seluruhnya. Diperkirakan bahwa dalam tata kelola satu hektare kebun sawit butuh sedikitnya dana sebanyak 35 juta rupiah. Sisa kekurangannya petani akan melakukan peminjaman ke bank.

Sementara itu Irhamsyah Lubis selaku Kepala Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengaku bahwa mereka sangat berterima kasih kepada Asian Agri karena sudah banyak membantu para petani sawit khususnya menerima bantuan peremajaan yang diberikan oleh pemerintah.

Sejak hadirnya Asian Agri di tengah – tengah masyarakat tentu hal ini turut memberikan suatu angin segar bagi petani sawit dimana mayoritas penduduk desa merupakan petani sawit yang masih bercocok tanam dengan produk sawit. Petani yang awalnya bercocok tanam sawit secara sembarangan kemudian dengan hadirnya Asian Agri mereka memiliki pengetahuan lebih tentang bagaimana cara mengelola kelapa sawit yang baik dan benar. Asian Agri sudah memberikan fasilitas tidak hanya pelatihan melainkan penyediaan bibit kelapa sawit unggulan atau bibit berkualitas yang tentunya memberikan dampak yang sangat positif bagi para petani. Pendapatan dan produktivitas petani sawit sekitar dengan hadirnya unit bisnis Royal Golden Eagle ini mengalami peningkatan yang sangat drastis.

Artinya manfaat yang diberikan oleh program kemitraan unit bisnis RGE ini tidak hanya menguntungkan bagi pihak perusahaan Asian Agri saja melainkan juga sangat menguntungkan untuk pihak petani yang bermitra.

Pembinaan yang sudah dilakukan oleh Asian Agri milik Sukanto Tanoto ini diwujudkan dalam suatu program kemitraan. Sampai saat ini program tersebut berlangsung bahkan semakin baik dari waktu ke waktu. Petani sawit rakyat bisa mendapatkan bantuan pengelola dana peremajaan kelapa sawit dari pihak pemerintah untuk replanting dan juga upaya peremajaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *